Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman dan Biaya Kuliah di UIN Sayyid Ali Tulungagung

Saat itu kampus masih berstatus IAIN Tulungagung. Berdasarkan PERPRES No 40 11 Mei Tahun 2021 kampus berganti status menjadi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. 

Bagaimana Masa Pendaftaran dan Ospek di UIN Sayyid Ali Tulungagung? 

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah No 224). Dan masih banyak lagi ayat maupun hadits tentang kewajiban dan keutamaan menuntut ilmu. Oleh karena itu, setelah lulus dari Madrasah Aliyah Negeri 4 Jombang saya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kalian juga pasti kuliah kan? Semangat.. 

Saya mendaftar ke perguruan tinggi agama negeri melalui jalur UM-PTKIN 2017 dengan biaya pendaftaran sekitar 200 ribu. Setelah pendaftaran kemudiaan diadakan tes tulis yang bertempat di STAIN Kediri. Saat itu yang menjalani tes tulis dari berbagai sekolah atau madrasah dan juga dari berbagai daerah dengan jumlah ratusan siswa. Sehingga detak jantung terasa berdenyut lebih keras karena persaingan yang ketat dan rasa takut tidak lolos. Walaupun yang tes disitu banyak yang tidak sama tujuan kampus atau jurusannya tetapi tetap membuat tangan bergetar kecil. Setelah tes tulis selesai pun masih terasa was-was karena hasilnya tidak diumumkan langsung. Seingat saya hasil diumumkan sekitar 2-3 minggu setelahnya. Alhamdulillah saya berhasil diterima di IAIN Tulungagung Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. IAIN Tulungagung merupakan pilihan yang kedua, pilihan pertama di UINSA Surabaya. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan saya untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi agama Islam negeri. 

Singkat cerita setelah selesai mengurus administrasi dan sebagainya di IAIN Tulungagung, mahasiswa baru mendapat kabar bahwa Pengenalan Budaya Akademik Kampus atau ospek atau mos dilakukan selama empat hari yaitu pada tanggal 14-17 Agustus 2017 jam 05.00 WIB sampai malam dengan busana yang beraneka ragam. Saya masih ingat hari pertama ospek memakai hem merah dan celana panjang putih, berkalung bawang merah bawang putih dan kertas yang bertuliskan identitas, bertopi tani yang di cat merah putih serta bersepatu pantofel. Bisa dibayangkan betapa unik dan heroik dress code yang digunakan. Ospek saat itu diikuti sekitar 4 ribu mahasiswa dan ratusan panitia, menggunakan dress code yang beraneka ragam, masuk pagi buta pulang gelap malam, full kegiatan dan sedikit istirahat, harus disiplin, yang tidak taat peraturan mendapatkan sanksi fisik maupun mental, sehingga cukup banyak mahasiswa yang tumbang saat ospek karena sakit, bahkan ada juga ketika kegiatan malam mahasiswa kesurupan. Saat itu pada malam hari ketiga ospek, ada teman perempuan satu grup yang kesurupan, saya berusaha menyadarkannya, sempat ia tenang kemudian kambuh lagi, akhirnya kami serahkan kepada panitia yang bertugas untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Seiring berjalannya waktu saya mengetahui alasan panitia ospek membuat kebijakan tersebut, diantaranya adalah agar mahasiswa memiliki rasa cinta kepada tanah air Indonesia, mampu mengatur waktu dengan baik, disiplin, memiliki akademik yang tinggi, berwawasan agama yang luas 

serta tetap berakhlak mulia. Sesuai dengan slogan IAIN Tulungagung saat itu, yakni Kampus Dakwah dan Peradaban. 



Berapa Biaya Kuliah di UIN Sayyid Ali Tulungagung? 

Pada angkatan saya (2017) biaya UKT per semester Rp 1.500.000. Jika mahasiswa yatim mendapatkan UKT 0 rupiah selama 8 semester. Mahasiswa kurang mampu diberi keringanan berupa potongan UKT. Dan masih banyak lagi bantuan yang pihak kampus berikan. Selain itu beasiswa pendidikan juga banyak jalurnya, seingat saya ada beasiswa mahasiswa berprestasi cumlaude, mahasiswa tahfidz Qur'an dan lain-lain. 

Biaya UKT kampus kami memang tiap tahun naik, akan tetapi kampus berkualitas seperti kampus kami masih terbilang terjangkau biaya UKTnya daripada kampus lainnya. Ada juga teman saya yang kuliah di kota sebelah, juga jurusan pendidikan, akan tetapi biaya UKTnya mencapai angka 2-3 juta lebih. 

Selain itu biaya hidup di tulungagung sangat murah. Sampai tahun ini (2021) saya masih bisa menemukan nasi ayam berharga Rp 3.500 – Rp 4.000, sangat murah bukan? Alhamdulillah. Ditambah lagi ketika hari Jum‟at banyak pihak-pihak yang membagikan nasi bungkus gratis, yang biasa disebut Jum‟at Berkah. Lalu tahun 2019 bertebaran etalase di pinggir jalan yang bertuliskan “Siapapun Boleh Mengambil atau Mengisi.” Maksud dari tulisan tersebut adalah memberi wadah bagi para donatur untuk berbagi makanan di etalase tersebut tidak terbatas hari dan waktu, serta siapapun yang membutuhkan bisa mengambil gratis. 

Alhamdulillah sebuah kenikmatan tersendiri menuntut ilmu di tulungagung. Saya yakin, dimanapun kita belajar disitu pasti terdapat kenikmatan khas yang tidak bisa ditemukan di daerah lain. Yang terpenting adalah semangar serta tekad yang kuat untuk menuntut ilmu. Semoga semua pembaca mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta berkah, aamiiin. 



Bagaimana Menjalani Kuliah Semester Per Semester di UIN Sayyid Ali Tulungagung? 

Awal kuliah saya mengontrak rumah bersama 4 teman dengan biaya kontrak 5 juta per tahun. Tempatnya tidak terlalu jauh dari kampus. Durasi perjalanan menuju kampus sekitar 10 menit ditempuh dengan sepeda motor. Untuk makan terkadang kami masak terkadang kami beli. Kami menjalani perkuliahan awal dengan penuh semangat. Semenjak angkatan kami untuk semester 1 dan 2 diwajibkan mengikuti madrasah diniyah pagi pukul 07.00-08.40 WIB. 

Ketika masih menjalani kuliah belum genap 1 bulan, qodarullah pada hari Rabu, 6 September 2017 saya mengalami kecelakaan cukup parah. Sehingga harus dirawat di ruang ICU dan tidak sadar sekitar 15 hari. 5 hari di RSUD dr. Iskak Tulungagung, kemudian selanjutnya dirujuk ke RS PHC Surabaya. Kronologi pasti kecelakaan sampai detik ini saya belum mengetahui. Yang jelas saya mengendarai sepeda motor Honda Verza seorang diri dari arah timur menuju ke barat melewati perempatan. Kemudian ada mobil dengan satu orang pengendara dari arah utara ingin berpindah jalur atau “nyebrang”. Kejadian tersebut terjadi sepulang saya kuliah pada pukul 17.15 WIB. 

Alhamdulillah Allah masih memberikan saya kesempatan untuk bernafas dan beraktifitas kembali. Sungguh nikmat yang sangat agung dan mulia. Saya pulang dari 

rumah sakit pada hari Senin, 2 Oktober 2017, dengan kondisi berjalan masih harus dituntun serta mata menutup sebelah. Dengan belajar bergerak, kemudian terapi pindah-pindah tempat untuk mencari yang cocok hingga tiga tempat. Alhamdulillah seiring berjalannya waktu saya bisa pulih lagi, walaupun saat itu bola mata saya belum bisa kembali secara sempurna. 

Saya melanjutkan kuliah semester dua dengan mengambil 20 sks. Sedangkan teman-teman saya bisa mengambil 24 sks. Saya hanya bisa mengambil 20 sks saja karena pada semester satu hanya lulus 2 sks dari 24 sks, karena sakit (kecelakaan) jadi harus cuti satu semester. Jadi total hutang saya adalah 26 sks atau 13 mata kuliah. 

Menjalani kuliah dengan hutang sekian banyak rasanya ngeri-ngeri sedap. Dibutuhkan tekad dan semangat yang kuat untuk menjalani hari demi hari. Ditambah lagi saat itu bola mata saya belum bisa kembali normal, jadi harus tetap percaya diri, semangat serta sabar. 

Alhamdulillah hari demi hari bisa terlewati, tak terasa sudah semester enam. Pada semester ini ada KKN gelombang 1 dan magang (PPL) 1. Untuk KKN mahasiswa hanya mengikuti 1 gelombang saja, sedangkan jika magang fakultas saya memiliki peraturan untuk magang dua kali pada semester enam dan tujuh. Saya belum bisa mengikuti KKN gelombang 1 karena sks masih kurang. Tapi Alhamdulillah saya bisa mengikuti magang tahap 1. Pada awal magang masih dilakukan secara offline, kemudian terhitung sejak pertengahan Maret 2020 magang dilakukan secara online karena pembelajarannya online dan karena mewabahnya virus covid-19. 

Mewabahnya virus covid-19 berimbas ke semua lini, baik pendidikan, perekonomian, kesehatan, pelayanan pemerintah, dan lini-lini lainnya. Terkhusus di dunia pendidikan, semuanya harus dilakukan secara online. Pembelajaran dan seluruh kegiatan akademik kampus juga harus online. Kemudian pada liburan semester enam dibuka semester pendek, bagi mahasiswa yang yang mempunyai hutang sks bisa mengikuti semester pendek dengan syarat dan ketentuan berlaku. Karena pembelajaran online ketika menjalani semester pendek juga dilakukan secara online, keuntungan tersendiri karena tidak perlu datang ke kampus untuk mengumpulkan tugas, cukup di rumah saja dikumpulkan soft file melalui media online. Jarak rumah ke kampus 57 km dan durasi waktu 1 jam 40 menit jika ditempuh dengan sepeda motor, cukup jauh bukan, alhamdulillah masih bisa mengikuti kegiatan kampus walaupun online. Pada semester tujuh kami menjalani magang 2 masih dengan online, dengan kondisi seperti ini semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang penting tetap berjalan dan hati-hati. 

Selain menjalani kuliah saya juga belajar hal-hal lain. Seperti belajar usaha kecil-kecilan, ikut organisasi keagamaan luar kampus, mengajar ngaji privat serta menjadi tentor sebuah klub sahabat remaja. Untuk organisasi keagamaan luar kampus saya ikut sejak semester tiga. Acaranya tiap Kamis sore kajian di masjid dan sesekali mengadakan kegiatan out door. Jika menjadi tentor sebuah klub sahabat remaja itu sejak semester lima. Kegiatan rutin tiap Jum‟at malam, dan sesekali mengadakan kegiatan event besar, seperti seminar, workshop, camping dsb. Sedangkan untuk belajar usaha kecil-kecilan itu saya kolab dengan Dek Vina, teman special saya sejak semester tiga. Awalnya jualan pulsa dan paket internet dari konter pulsa, usaha ini 

berjalan sekitar 2 bulan, kemudian berhenti karena ada salah satu oknum teman kami yang hutang pulsanya menumpuk dan tidak segera dibayar. Lalu belajar usaha lagi dengan jualan kurma pada waktu bulan ramadhan, saya mengambil kurma dari salah satu toko grosir dengan harga yang cukup murah tetapi kualitas tetap terjaga, kemudian saya jual lagi, alhamdulillah bisa laku semua, dibeli oleh kakak Dek Vina, ada yang butuh banyak kata kakanya. Saya tidak melanjutkan usaha jualan kurma, karena pemasarannya yang sulit. Kemudian kami mencoba usaha jualan basreng (bakso goreng), ide ini merupakan ide Dek Vina, kami beli basreng dari Jawa Tengah melalui Instagram. Kemudian berhasil menjualnya beberapa bungkus lalu gulung tikar lagi karena modal yang cukup banyak, pemasaran sulit, dan beberapa hal lainnya. Selain itu kami juga banyak belajar usaha-usaha lain. Kemudian saya juga pernah menjadi dropshiper salah satu usaha dagang, untuk menjual jamu dan media tanam, saya juga punya ide untuk menambahkan produk yang dijual berupa kopi dan pupuk. Kegiatan tersebut saya jalani sekitar tiga bulan, sasaran utama saya adalah guru, Jadi saya mengunjungi sekolah- sekolah, mohon izin dulu ke satpam, jika diperbolehkan saya langsung masuk ruang guru dan mohon izin untuk presentasi produk lalu menawarkan jualan. Jika tidak diperbolehkan satpam saya mencari sekolah lain lagi. Ada juga yang diperbolehkan tapi menunggu waktu jam sekian. Total saya mengunjungi sekolah di empat kecamatan dari jenjang SD/MI sampai SMA/MA/SMK. Alhamdulillah bisa banyak belajar dari beberapa kegiatan tersebut. 

Walaupun sepertinya saya sibuk dengan dunia luar kampus, tetapi saya tidak melupakan kuliah. Alhamdulillah saya bisa lulus tepat waktu pada semester delapan. Bukan sesuatu yang mudah memang tapi saya yakin pasti bisa terlewati. Alhamdulillah bisa. Saya yang mempunyai hutang 26 sks, kemudian ikut organisasi dan belajar jualan saja bisa lulus tepat waktu, jadi untuk kalian yang tidak punya hutang sks harus lebih semangat untuk lulus tepat waktu. Pasti bisa, go go go, semangat. 

Bagaimana Kegiatan Ekstrakurikuler di UIN Sayyid Ali Tulungagung?

Awal-awal kuliah saya mengikuti kegiatan ekstra kampus yang bernama Fajrul Ummah, sebuah organisasi shalawat yang terdiri dari pengiring dan vokal, saat itu saya sebagai pengiring. Saya juga mempunyai keinginan untuk mengikuti kegiatan intra kampus Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Resimen Mahasiswa. 

Sebelum saya mengikuti kegiatan intra kampus saya mengalami musibah kecelakaan yang cukup parah di awal kuliah yang mengharuskan saya cuti pada semester 1. Alhamdulillah saya bisa sembuh kembali. Dengan kejadian tersebut saya tidak jadi mengikuti kegiatan intra kampus dan hanya mengikuti kegiatan ekstra kampus, yaitu Fajrul Ummah. Yang sekarang organisasi tersebut sudah ganti nama serta ganti kepemilikan. Saya terakhir mengikuti kegiatan Fajrul Ummah kalau gak salah 2019. 

Jadi Fajrul Ummah sering tampil pada waktu jurusan atau fakultas atau kampus punya acara, disitu kami sebagai terkadang sebagai pra acara saja, atau pra acara dan penutup. Hikmah dari mengikuti ekstra Fajrul Ummah yang pertama dan utama adalah menambah kecintaan kepada shalawat yang diaplikasikan dengan cinta Nabi Muhammad saw. Allahumma sholli wa sallim wa baarik „alaih. Semoga kita 

semua mendapatkan syafaat dari beliau di hari akhir kelak, Aamiiin YRA. Selain itu dengan ekstra Fajrul Ummah juga menambah relasi dan wawasan. Selain itu dengan mengikuti Fajrul Ummah saya juga bisa dikenalkan dengan salah satu majelis keagamaan yaitu Majelis Rasulullah saw. Majelis yang sangat mulia. 

Jika dihubungkan dengan akademik kampus mungkin kegiatan ini tidak terlihat berdampak signifikan. Akan tetapi dengan kegiatan ini semoga dosa kita diampuni dengan wasilah shalawat, kuliah dimudahkan serta semua hajat kita dikabulkan. 

Selain itu saya juga pernah sedikit berkecimpung di organisasi lain yaitu IKAPPMAM (Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ma‟arif) Tulungagung dan HIMAWARI (Himpunana Mahasiswa Kediri) Tulungagung. Sempat dilantik jadi pengurus himawari, tapi karena saya tidak aktif ikut kegiatan akhirnya jadi anggota saja, hehe. 

Saya juga pernah ikut intra kampus yaitu pengurus UPT Pusat Ma‟had Al-Jami‟ah IAIN Tulungagung. Ikut organisasi tersebut bertugas bersih-bersih ma‟had dan menjadi sie perlengkapan ketika ada acara. Berbagai ekstra atau intra serta organisasi tersebut pasti memiliki dampak terhadap diri kita, yang pasti kita mudah untuk berinteraksi dengan orang baru dan membuat kita humble. Serta berbagai manfaat lainnya. Pesan saya, tetaplah ikut intra atau ekstra karena itu penting bagi kalian nantinya. 

Dimana Tempat Tinggal Selama Kuliah di UIN Sayyid Ali Tulungagung?

Seperti yang telah saya jelaskan diatas bahwa Jarak rumah ke kampus 57 km dan durasi waktu 1 jam 40 menit jika ditempuh dengan sepeda motor. Saya tidak PP akan tetapi berdomisili di tulungagung. Pada semester satu saya menempati rumah kontrakan bersama empat teman dengan biaya 5 juta per tahun, belum termasuk biaya listrik. Biaya konrrak rumah tersebut bisa dibilang cukup saat itu, tidak terlalu mahal serta tidak terlalu murah. Saat ini (saya menulis artikel ini 2021) masih ditemukan kontrak rumah dengan biaya segitu di tulungagung, bahkan ada yang lebih murah, semakin jauh dari kampus dan keramaian (pasar, wisata) semakin murah. 

Pada semester dua ketika melanjutkan perkuliahan setelah sembuh dari kecelakaan saya tidak lagi mengontrak, akan tetapi saya tinggal di asrama shodaqoh dan tahfiz Qur‟an. Yayasan Karantina Tahfidz Al-Qur‟an Indonesia (YKTI) dan Griya Infaq Shadaqah Ummat (GRISMART) namanya. Di tempat tersebut alhamdulillah saya bisa menghafal tujuh juz dalam jangka waktu tiga tahun serta sesekali ikut membantu mendistribusikan nasi bungkus gratis kepada tukang becak serta yang membutuhkan tiap Jum‟at pagi ketika tidak ada jadwal kuliah. 

Saya berada di YKTI dan GRISMART sejak semester dua (2018) sampai semester delapan (2021). Jadi bisa disimpulkan sejak semester dua sampai lulus saya di asrama tersebut. Alhamdulillah banyak ilmu dan pengetahuan yang bisa saya dapatkan dari tempat ini. Saya mengikuti kajian keagamaan, mengajar ngaji privat serta menjadi tentor klub remaja berawal dari sini. Semoga keberkahan dan kelancaran selalu menyertai lembaga, asatidz, serta pihak yang membersamai. Aamiin. 

Posting Komentar untuk " Pengalaman dan Biaya Kuliah di UIN Sayyid Ali Tulungagung"

ِِِArtikel Pilihan:



Contoh Soal Simple Past Pilihan Ganda dan Jawabannya

close