Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh ‘Athof Bayan dan Pengertiannya

Apa yang dimaksud dengan ‘Athof Bayan?

Pengertian ‘Athof bayan adalah kata benda yang mengikuti lafadz sebelumnya yang menyerupai sifat atua Na’at. Sebagaimana tertulis di dalam Alfiyah ibnu Malik sebagai berikut

فَذُو البَيَانِ تَابِعٌ شِبْهُ الصِّفَهْ حَقِيْقَةُ القَصْدِبِهِ مُنْكَشِفَهْ

Tusisan Latin : Fadzul bayani tabi’un syibhush shifah khaqiqotul qoshdibihi munkasyifah

Artinya : "Athof bayan yaitu tabi’ yang menyerupai sifat atau na’at (berfaedah menjelaskan apabila matbu’nya ma’rifat dan berfaedah mengkhususkan apabila matbu’nya nakiroh) yang hakikat dari perkara yang dimaksud menjadi jelas dengan ‘Athof bayan."

Bagaimana Aturan Penulisan ‘Athof Bayan ?

Sebagaimana tertulis di dalam kitab alfiyah inu Malik, ‘Athof bayan harus mengikuti pada mubayyannya atau lafadz yang dijelaskan pada sebuah kalimat, Misalnya mubayannya Rofa’ maka ‘athof bayannya juga rofa’, apabila mubayannya Mudzakkar maka ‘Athof bayannya juga Mudzakkar. Terdapat empat perkara yang harus diikuti pada ‘athof bayan dan mubayannya, yaitu 

  1. Dalam Segi I’robnya (Rofa’, Nashob, Jazm atau Jar).
  2. Dalam Segi Nakiroh atau Ma’rifatnya.
  3. Dalam Segi Mufrod, Tasniyah atau Jamak.
  4. Dalam Segi Mudzakkar atau Mu’anatsnya.

 Sebagaimana tertulis di dalam nadhoman kitab alfiyah ibnu Malik di bawah

فَأَوليَنْهُ مِنْ وِفَاقِ الأَوَّلِ مَامِنْ وِفَاقِ الأَوَّلِ النَّعْتُ وَلِي

فَقَدْ يَكُوْنَانِ مُنَكِّرَيْنِ كَمَا يَكُوْنَانِ مُعَرِّفَيْنِ

 Tulisan latin Fa auliyannahu min wifaqil awwali ma min wifaqil awwalin na’tu waliy

Faqod yakunani munakkiroini kama yakunani mu’arrifaini

Artinya ‘Athof Bayan itu harus mengikuti dan cocok pada mubayannya di dalam  perkara yang diikuti oleh na’at pada man’utnya, Athof bayan dan mubayannya terkadang keduanya berupa isim nakiroh, sebagaimana ‘athof bayan dan mubayyannya yang keduanya berupa isim ma’rifat.

Contoh ‘Athof Bayan dan Pengertiannya
Gambar 1.0. Contoh 'Athof bayan 

Contoh Kalimat dengan ‘Athof Bayan

setelah saudara memahami nadhoman di atas, berikut adalah 3 contoh kalimat dengan ‘athof bayan

  1. اَقْسَمَ بِاللَّهِ اَبُوْ حَفِصٍ عُمَرٌ aqsamu billahi abu hafshin umar artinya Abu hafs alias umar telah bersumpah kepada Allah. lafadz ‘Umaru adalah ‘athof bayan karena menjelaskan hakikatnya Abu Hafs
  2. مِنْ مَاءٍ صَدِيْدٍ min maa in shodidin artinya dan dia diberi minum dengan cairan, yaitu nanah (Al Qur’an Surat Ibrohim ayat 16)
  3. يُوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ  yuqodu min syajarotin mubarokatin zaitunatin artinya yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, pohon zaitun (Al Qur’an Surat An Nur ayat 35)

lafadz zaitunatin (زَيْتُوْنَةٍ  ) sebagai ‘athof bayan dari lafadz Syajarotin (شَجَرَةٍ)karena keduanya nakiroh 

Athof bayan Sebagai badal (Pengganti)

Semua lafadz yang menjadi ‘athof bayan bisa dijadikan badal (pengganti) sebagaimana tertulis di dalam nadhoman Alfiyah ibnu malik 

وَصَالِحًا لِبَدَلِيَّةٍ يُّرَى فِى غَيْرِ نَحْوِيَا غُلَامُ يَعْمُرَا

وَنَحْوِ بِشْرٍ تَابِعٍ البَكْرِىِّ وَلَيْسَ أَنْ يُبْدَلَ بِا لْمَرْضِي

Tulisan latin wa sholikhan libadaliyyatin yuro fi ghoirin nakhwiya ghulamu ya’muro

wa nakhwi bisyri tabi’il bakriyyi wa laisa an yubdala bil mardhiy

Artinya Setiap athof bayan itu harus pantas untuk bisa dijadikan badal, pada selainnya sesamanya tarkib seperti يَاغُلَامُ يَعْمُرَ

Dan pada selainnya sesamanya lafadz bisyru yang mengikuti pada lafadz al bakriyyu maka untuk dua contoh diatas athof bayannya tidak boleh dijadikan badal.

dari nadhoman tersebut bisa difahami bahwa terdapat dua pengecualian ‘athof bayan tidak dapat dijadikan badal, yaitu :

  1. Apabila ‘athof bayannya berupa lafadz yang mu’rob, ma’rifat dan mufrod, sedangkan mubayyannya berupa munada, sebegaimana di contohkan di nadhoman يَاغُلَامُ يَعْمُرَ ‘Athof bayanya’muro tidak boleh dijadikan badal, karena susunan badal wajib memperkirakan amil yang ada pada mubdal minhunya. Apabila lafadz ya’muro dijadikan badal, maka harus dibaca dhommah, menjadi ya’muru, sedangkan ya’muro dibaca nashob karena mengikuti pada mahalnya munada ya ghulaamu 
  2. Apabila ‘athof bayannya berupa lafadz yang bersamaan dengan alif lam. sedangkan mubayannya berupa lafadz yang bersamaan dengan alif lam yang diidhofahkan pada isim sifat yang bersamaan dengan alif lam.

Posting Komentar untuk "Contoh ‘Athof Bayan dan Pengertiannya"

Klik Voucher di bawah untuk gratis ongkir

shopee