Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbolehkan Ilgho' Tidak Dipermulaan Kalam

 Di dalam kitab alfiyah ibnu malik, terdapat nadhoman yang menjelaskan tentang diperbolehkannya ilgho’ tidak dipermulaan kalam, sebagai berikut wa jawwizil ilgho I la fil ibtida wanwi dhomiro sysyaani au la mabtada fi muhimi ilghoma taqoddama

وَجَوِّزِ الْاِلْغَاءَ لَافِى الْاِبْتِدَا وَانْوِضَمِيْرَ الشَّانِ اَوْلَامَابْتِدَا

Artinya : Perbolehkan ilgho’ tidak dipermulaan kalam, dan kira-kira dhomir Sya’n dan Lam ibtida’

فِى مُوْهِمِ اِلْغَامَا تَقَدَّمَا

Artinya : Di dalam tarkib yang memberi dugaan tidak mengamalkan fi’il-fi’il mutashshorif yang telah disebutkan

Penjelasan Menurut Ustadz Hamdani As Sidani (wa jawwizil ilgho a,,,,) hukum ilgho a itu diperbolehkan kepada af’alul qulub, apabila tidak bertempat di permulaan kalam seperti di tengah-tengah kalam, contoh  زَيْدٌ ظَنَنْتُ قَائِمٌ juga boleh dibaca زَيْدًا ظَنَنْتُ قَائِمًا atau bertempat di akhir kalam contoh زَيْدٌ قَائِمٌ ظَنَنْتُ  boleh dibaca زَيْدًا قَائِمًا ظَنَنْتُ tetapi yang rojakh diilghokan apabila af’alul qulub (ظَنَّ وَاَخْوَات) bertempat di permulaan kalam. Maka tidak boleh diilghokan, contoh ظَنَنْتُ زَيْدًا عَالِمًا tidak boleh dibaca ظَنَنْتُ زَيْدٌ عَالِمَ\

Di atas sudah diterangkan bahwa dhonna wa akhowatuha bila bertempat di permulaan kalam tidak boleh diilghokan, maka apabila terdapat di kalam ‘arab, lafadz dhonna atau akhwatnya yang sebenarnya tidak boleh diilghokan, tetapi di sangka di ilghokan karena isim yang setelahnya dibaca rofa’, maka harus ngira-ngirakan dhomir sya’n dijadikan maf’ul awal seperti kata syair 

كَذَاكَ اُذِبْتُ حَتَّى صَارَ مِنْ خُلْقِى اَنِّى وَجَدْتُ مِلَاكُ الشِّيْمَةِ الْأَدَبُ

Artinya : Begitulah aku meleleh hingga menjadi salah satu ciptaanku, sehingga aku menemukan bidadari budi pekerti yang baik

Lafadz وَجَدْتُ  termasuk golongan dhonna, di sangka di ilghokan, sebab lafadz مِلَاكُ dibaca rofa’, maka harus mengirakan dhomir sya’n menjadi maf’ul awal, dan jumlahnya milaku syimatil adabu menjadi maf’ul tsaniy, taqdirnya وَجَدْته مِلَاكُ الشيْمَةِ الْأَدَبُ atay mengirakan lam ibtida’ agar di ta’liq taqdirnya وَجَدْتُ لِمَلَاكُ الشيمَةِ الادَبُ


Posting Komentar untuk "Perbolehkan Ilgho' Tidak Dipermulaan Kalam"

Klik Voucher di bawah untuk gratis ongkir

shopee